Aliansi Buruh Yogyakarta Terus Gaungkan Penolakan Omnibus Law

Konferensi Pers oleh Faisal selaku Koordinator Aliansi Buruh Yogyakarta (Sumber dokumen/Nuansa).


Nuansa Online - 
Aliansi Buruh Yogyakarta, sebagai salah satu pihak yang merasa dirugikan atas pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja belum juga menyerah dalam menyuarakan aspirasinya pada Selasa (20/10). Berbagai rentetan upaya untuk menolak pengesahan UU Cipta Kerja tersebut telah mereka lakukan. Sejauh ini, Aliansi Buruh Yogyakarta mengaku tengah melakukan aksi penolakan Omnibus Law sebanyak tiga kali pada Oktober ini.

Faisal selaku Koordinator Aliansi Buruh Yogyakarta mengiyakan bahwa aksi ini merupakan aksi ketiga kalinya di bulan Oktober bagi Aliansi Buruh Yogyakarta setelah DPR mengesahkan UU Cipta Lapangan Kerja pada Senin (5/10) lalu.

Orientasi tuntutan Aliansi Buruh Yogyakarta pada aksi lanjutan kali ini terdiri dari tiga poin utama, yaitu mosi tidak percaya, cabut Omnibus Law, dan bangun dewan rakyat. Berbeda dari aksi sebelumnya yang berfokus pada objeknya yaitu UU Cipta Kerja, fokus aksi kali ini lebih ditekankan pada subjeknya yaitu DPR. Hal ini terjadi lantaran posisi DPR yang memiliki andil besar dalam proses pengesahan UU Cipta Kerja tersebut.

Menurut Aliansi Buruh Yogyakarta, DPR sebagai pemegang elite politik kebijakan seharusnya mendukung dan mendengar aspirasi dari rakyat. Namun, pada realitanya tupoksi tersebut mereka abaikan. Di tengah pro dan kontra pengesahan Omnibus Law, DPR seolah tutup telinga atas beragam aksi penolakan yang telah dilakukan di wilayah yang tersebar di Indonesia, termasuk Yogyakarta.

“Para elite politik telah melakukan represif terhadap buruh, buruh Yogyakarta di represif, dimiskinkan secara tersistem,” ujar Faisal. 

Tak hanya itu, Faisal juga menambahkan jika pengawasan pekerja dan pengawasan industrial di Yogyakarta masih sangat rendah.

Meskipun aksi-aksi penolakan Omnibus Law yang dilakukan Aliansi Buruh Yogyakarta belum mendapat tindak lanjut dan sempat mendapat himbauan dari para golongan untuk menghindari kericuhan, Faisal mengatakan bahwa Aliansi Buruh Yogyakarta dalam penolakan Omnibus Law akan tetap konsisten memperjuangkan hak mereka yang terampas. Langkah mereka tak akan surut untuk melakukan aksi dengan beragam cara. 

Reporter : Larasati Putri, Yustika Anggraini

Editor : Naila

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar