Paslon Nomor Urut 1 Ungguli Kotak Kosong di PEMIRA Online UMY 2020

 

Sumber: Dokumen Nuansa

Nuansa Online - Pemungutan suara Calon Presiden dan Wakil Presiden serta Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) sebagai puncak dari rangkaian agenda Pemilu Umum Raya Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (PEMIRA UMY) digelar pada Jum'at (6/11). Berbeda pada umumnya dan tahun-tahun sebelumnya, PEMIRA tahun ini berlangsung secara online. Mahasiswa aktif sebagai partisipan PEMIRA menggunakan hak pilihnya dengan mengakses pemira.umy.ac.id. Komisi Pemilihan Umum Keluarga Mahasiswa (KPU-KM) menggandeng Biro Sistem Informasi (BSI) yang pertama kalinya membuat sistem khusus untuk menyelenggarakan pemilihan online.

Ketua KPU-KM, Moch. Noor Firdaus menjelaskan bahwa pihak KPU-KM memiliki inovasi berupa penyelenggaraan PEMIRA yang semulanya offline untuk tetap diadakan melalui onlineIa menjelaskan tetap ada surat suara dan kebebasan pemilih dalam memilih eksekutif dan legislatif. Surat suara yang dimaksud yaitu tampilan pada page website di mana para pemilih dapat mecentang mana yang akan dipilih.

Untuk kebebasan memilih sesuai dengan aturan KPU-KM, pemilih tidak berhak memilih lebih dari 1 pilihan karena apabila terjadi maka suara tersebut dianggap tidak sah. Tidak hanya itu, mahasiswa yang sudah log-in namun tidak menggunakan hak pilihnya, juga dianggap tidak sah. Sedangkan suara sah apabila hanya memilih satu dari eksekutif dan legislatif. Selanjutnya tentang teknis dan durasi jam yang dipakai untuk pemilihan juga mengikuti kebiasaan ketika pemilu offline, karena tidak ada aturan yang mengatur mengenai hal tersebut dalam Undang-Undang.

Menurut Ketua KPU-KM, sampai akhir dari proses pemilihan, tidak ada kendala yang berarti mengenai kemahiran sistem. Hanya saja di awal, website PEMIRA sedikit lamban dikarenakan banyaknya mahasiswa yang mengakses di waktu bersamaan.

Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) yang sedia selalu dalam pengawasan pemilu pun tetap andil dalam PEMIRA online hingga akhir pemungutan suara. BAWASLU menerjunkan Panitia Pengawas Pemilu (PANWASLU) di lapangan untuk mengawasi selama pelaksanaan pemilu termasuk pencatatan kejanggalan yang ada di TPS. Pencatatan dan perekapan perhitungan suara dengan mengisi formulir administrasi yang disebut C-KWK. 

Dalam pelaksanaanyaPANWASLU dinilai bekerja lebih ringan akibat pemilihan online ini, simpul Humas BAWASLU, Ahsan Taqwim.

Penggunaan hak pilih usai pukul 17.00 WIB dan dilanjutkan penghitungan akhir PEMIRA UMY 2020 pukul 20.00 WIB di Gedung AR Fakhrudin B lt.5. Semua elemen dari PEMIRA berkumpul untuk melakukan perhitungan. Diantaranya KPU-KM BAWASLU, PANWASLU, Panitia Pemungutan Suara (PPS), dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) tiap fakultas serta perwakilan Partai Politik.

Kegiatan penghitungan suara diawali dengan penyerahan username dan password dari BSI kepada KPPS tiap fakultas untuk membuka perolehan suara di masing-masing fakultas. Ini bersifat rahasia dan hanya dari pihak tersebutlah yang dapat mengakses. Setelah itu, dilaksanakan pemaparan hasil keseluruhan suara yang dipandu oleh KPU-KM dan dilanjut dengan pemaparan hasil suara tiap fakultas oleh masing-masing KPPS. Ada pula dari perwakilan partai yang mendata dan mengawasi hasil dari perekapan ini. Bersamaan dengan ini, KPPS juga melakukan perekapan administrasi guna menyeimbangkan data.

Adapun hasil dari penghitungan suara ini adalah unggulnya pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa nomor urut 1, Yunanto dan M. Nur Iskandar melawan kotak kosong. Mereka memperoleh sebanyak 4193 suara dari total 5356 suara masuk dengan terdapat 174 suara tidak sah. Sedangkan kotak kosong hanya memperoleh 989 suara saja. Untuk DPM sendiri total suara masuk berjumlah 5423 suara dengan suara tidak sah sebanyak 794 suara. 

Reporter: Novia Angger

Editor: Rizky Febi W.

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar