Kasus COVID-19 UMY Naik, Mahasiswa Diharapkan Lebih Mawas Diri

 

Sumber: covid-19.umy.ac.id

Nuansa Online - Berdasarkan info grafis yang diunggah melalui website dan media sosial Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), terdapat 263 suspek dan 52 orang yang dinyatakan positif terjangkit COVID-19 per Kamis lalu (3/12) pukul 09.00 WIB. Data ini selalu diperbarui oleh tim Incident Command System (ICS) sebagai pengingat bagi seluruh civitas akademika agar selalu konsisten dalam melakukan protokol kesehatan dimanapun, terutama di luar kampus. 

Kasus yang terjadi di UMY diawali oleh dua mahasiswa  yang terkonfirmasi terjangkit COVID-19 setelah kepulangannya dari luar negeri pada 17 Maret 2020. Sedangkan untuk kenaikan kasus saat ini, tercatat sebagian besar yang terjangkit adalah mahasiswa koas (ko-asisten) di rumah sakit PKU Gamping dan Wirosaban.

Ketua Tim Mitigasi COVID-19 UMY yaitu dr. Agus Widiyatmoko menyatakan bahwa kasus ini tidak ada kaitannya dengan aktivitas offline yang diberlakukan oleh UMY. Hal ini dikarenakan dari tracing yang dilakukan secara internal dan di lingkungan oleh Puskesmas serta rumah sakit, semua kasus berasal dari luar lingkungan UMY. Sebelumnya kampus sendiri sudah menerapkan kebijakan yang sangat ketat, tidak hanya untuk mahasiswa, tetapi dosen dan karyawan yang berada di lingkungan kampus.

ICS UMY selalu berkoordinasi dengan Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah.  dr. Agus Widiyatmoko  mengatakan koordinasi dilakukan dalam berbagai hal, salah satunya UMY mempunyai kemampuan untuk pemeriksaan PCR sehingga beberapa amal usaha tracing-nya diarahkan ke UMY. ICS sendiri ditugaskan di klinik UMY, untuk saat ini berjumlah 20 orang dengan sIstem shift dengan masing-masing shift sebanyak 3 orang.

“Kita harus membiasakan diri untuk saling menjaga, dengan selalu mempraktekkan perilaku pencegahan dengan vaksin yang mudah didapatkan yaitu selalu menggunakan masker dimanapun berada,  selalu mencuci tangan dengan baik dan benar serta menjaga jarak aman.vaksin yang bisa dilakukan oleh siapa saja dimana saja dan kapan saja, dan yang terakhir mari kita tingkatkan sistem imun kita dengan senantiasa makan yang sehat dan biasakan untuk makan di rumah tidak di kantor maupun di tempat keramaian, istirahat yang cukup dan beribadah yang khusyuk. Semoga Allah SWT selalu melindungi kita semua dan memberikan nikmat sehat” tegas Dr. Agus Widiyatmoko

UMY sendiri telah menetapkan siaga COVID-19 sejak 15 Maret 2020 lalu dan sudah menyiapkan 34 kamar isolasi, dengan menerapkan kebijakan bahwa siapa saja yang datang dari luar Yogyakarta dan tidak melaporkan kedatangannya akan dinyatakan suspek atau Orang Tanpa Gejala (OTG) dan wajib diisolasi di Unires Putra. Maka setiap mahasiswa yang berasal dari luar Jogja harus melaporkan kedatangannya melalui KRS. Tercatat hingga saat ini UMY sudah menghabiskan sekitar Rp 2,5 miliar untuk pendanaan 263 mahasiswa yang sedang dikarantina. Meskipun dengan adanya kasus ini, tidak ada pengaruh terhadap kegiatan mahasiswa dalam perkuliahan, organisasi, maupun UKM.

Rektor UMY Dr. Ir Gunawan Budiyanto mengungkapkan bahwa meskipun aktifitas perkuliahan offline memiliki resiko dan biaya yang besar, tetapi UMY sudah siap dengan segala protokol kesehatannya. Sehingga sesuai dengan rencana, sistem kuliah offline dan online akan tetap berlanjut hingga semester depan.

Reporter : Almaida Putri Nahdila Syarif dan Nurma Kartika

Editor : Ashita Dewi Alifatuzzahra

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar