Audiensi Publik yang Diadakan DPM Bersama BEM UMY Tuai Komentar Negatif




Sumber ilustrasi: Nuansa


Nuansa Online – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), sebagai pihak yang menjadi penyambung lidah para civitas akademika UMY, mengadakan audiensi publik pada hari Senin dan Rabu (11&13/01). Agenda ini diadakan sebagai bentuk penindaklanjutan atas hasil dari “Kuesioner Mahasiswa terkait dengan kebijakan UMY: Semester genap Tahun Ajaran 2020/2021”. Dalam agenda tersebut, pihak rektorat UMY dari bidang akademik, bidang kemahasiswaan dan bidang sumber daya keuangan dan aset menjadi narasumber utama dalam tiga sesi audiensi publik tersebut.

Dalam akun resminya, DPM UMY mengumumkan bahwa agenda tersebut akan dilaksanakan di lingkungan UMY dan disiarkan secara langsung melalui platform Instagram. Inisiatif ini lahir atas urgensi penjelasan untuk kegiatan kuliah online di semester genap, baik masalah biaya, pra-KRS, dan juga kuliah.

Jadi, meski dalam situasi yang terbatas, mahasiswa tetap bisa mendapatkan penjelasan langsung dari pihak rektorat perihal pertanyaan-pertanyaan yang kerap beredar di lingkungan kampus, salah satunya adalah tentang potongan harga 10% atas SPP semester genap ini yang menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan mahasiswa.

Supryadi selaku Ketua DPM UMY mengiyakan bahwa agenda yang disiarkan langsung menggunakan Insta-Live ini merupakan sarana bagi para civitas akademika yang memiliki segudang pertanyaan atas kebijakan UMY di semester genap ini agar dipertemukan langsung dengan para pemangku kebijakan UMY dan akhirnya mendapatkan penjelasan yang mencerahkan.

Namun dilihat dari pelaksanaannya, agenda ini dirasa kurang berhasil menjadi media penyambung lidah civitas akademika UMY sebagaimana yang diidam-idamkan. Ada masalah-masalah teknis yang terus terjadi di setiap sesi audiensi ini, yaitu berupa audio yang tidak jelas dan video yang kurang nyaman untuk dilihat.

“Saya sebagai penonton audiensi ini selama tiga sesi, kurang menangkap esensi audiensi ini dengan baik karena masalah teknis yang sangat mengganggu. Dan parahnya lagi, pertanyaaan pemirsa dalam siaran langsung itu tidak diarahkan ke narasumbernya. Panitia hanya terpaku pada pertanyaan-pertanyaan tekstual yang sudah disiapkan dan mungkin pertanyaan pribadi mereka, padahal pertanyaan langsung dari kitalah yang betul-betul ditunggu jawabannya,” ujar salah satu mahasiswa angkatan 2019 yang mengikuti agenda tersebut.

Tak hanya itu, ia juga menekankan bahwa audiensi ini tidak menjadi sarana penyambung lidah seperti yang publik harapkan dan ia juga berharap agar sebilamana akan ada audiensi yang diadakan DPM dan BEM UMY lagi, itu akan jauh lebih baik lagi dari yang sebelumnya ini.

Lalu setelah disodorkan keluhan-keluhan para penonton dan ditanya perihal apakah DPM akan merilis berita acara ataupun sekedar poin-poin penting audiensi tadi. Melalui Supryadi, DPM menyatakana bahwa tindaklanjutnya akan berupa agenda DPM & BEM Menyapa yang akan mengajak pihak kampus UMY untuk menjelaskan informasi terkait audiensi dua hari terakhir ini.

 

Reporter: Lautan Hesychia Hayes Usha

Editor: RF Wuland

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar