UMY Tanggapi Pro-Kontra Pemotongan 10% Biaya SPP

      

Sumber: Dokumen Nuansa

Nuansa Online - Pandemi COVID-19 masih terus berlangsung dan kenaikan kasus di beberapa wilayah terus melonjak. Hal ini berimbas ke ranah perguruan tinggi dimana harus tetap beroperasi dengan banyaknya perubahan dalam kebijakan. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sendiri membuat kebijakan baru yang menimbulkan banyak pro kontra di kalangan mahasiswa yaitu berupa pemotongan SPP sebesar 10% pada semester genap tahun ajaran 2020/2021.

Semester genap tahun ajaran 2020/2021 yang akan dimulai pada Februari awal mengharuskan mahasiswa harus segera menyelesaikan permasalahan administratif, salah satunya yaitu pembayaran SPP semesteran. Sehubungan dengan pemberlakuan perkuliahan luring dan daring di masa COVID-19 ini, pihak UMY mengeluarkan kebijakan pemotongan SPP sebesar 10%. Sayangnya banyak dari mahasiswa yang menilai pemotongan tersebut kurang dan masih perlu sosialisasi.

Kevin Maheswara, mahasiswa Ilmu Komunikasi menyatakan bahwa pemotongan biaya kuliah utamanya SPP untuk semester 3 masih kurang. Menurutnya hal tersebut dikarenakan pada mata kuliah yang diambil terdapat praktik dan dalam perincian biayanya tertera harga lebih mahal. Menurutnya, lebih baik mata kuliah praktik tidak perlu ada biaya dikarenakan pihak dosen maupun kampus sendiri belum tentu dapat melaksanakan secara maksimal.

Ia juga mengungkapkan bahwa diskon semester 4 lebih sedikit dari pada semester lalu. “Saya sendiri tidak tau apa alasannya, padahal kondisi semester depan dengan semester lalu sama. Lebih baik kan minimal diskon sama dengan semester lalu tetapi malah dikurangin.” tambahnya.

Keluhan lain disampaikan oleh Fikri Nagata Adi mahasiswa Prodi Kedokteran Gigi bahwa diskon yang diberikan menurutnya kurang dan tidak sesuai dengan apa yang didapatkan. Hal ini dikarenakan saat kuliah daring, ia mengaku kurang memahami materi maupun praktikum jika hanya melihat video dan presentasi dari dokter. 

“Kalau tidak lulus pretest otomatis nggak boleh ikut praktikum dan remedi membayar 100 ribu padahal tahun kemaren hanya 40 ribu, kondisi online seperti ini malah naik biayanya.” ungkap Fikri.

Banyak dari beberapa mahasiswa memang mengeluhkan biaya yang harus dibayarkan kepada pihak kampus terlalu mahal dan kurang menyesuaiakan pembelajaran real saat pembelajaran bandwith yang dilaksanakan di UMY saat ini. Banyak juga dari mahasiwa yang kurang tahu bagaimana rincian maupun alasan adanya pemotongan SPP ini.

Pihak prodi, fakultas, dan kampus kurang memberikan informasi yang benar-benar sampai ke mahasiwa. Saat kondisi seperti ini mahasiswa hanya bisa menyalurkan aspirasinya dan memberikan kritik saran kepada pihak dosen dan kampus untuk memberikan perubahan yang lebih baik. Salah satu penyalur aspirasi tersebut yaitu DPM KM UMY. Pihak DPM bekerjasama dengan BEM KM UMY meyebar kuisioner kepada seluruh mahasiswa dan menindaklanjuti dengan penyampaian ke pihak kampus.

Lantas setelah mengetahui tanggapan ini, pihak kampus mengambil langkah dalam acara DPM dan BEM Menyapa yang bertujuan untuk menjelaskan rasionalisasi ke mahasiswa tentang diskon SPP. Ketua DPM KM UMY, Supriyadi, menambahkan bahwa pihaknya tidak bisa berperan langsung dalam penurunan biaya atau penambahan diskon SPP. Namun mereka semaksimal mungkin berusaha dalam proses penyampaian kerasionalisasian antara pihak kampus dengan mahasiswa.

Menanggapi hal ini Rektor Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dr.Ir. Gunawan Budiyanto, M.P menyatakan dalam wawancaranya pada Senin (25/01), potongan biaya SPP ini tentunya telah dipertimbangkan secara matang. Beliau juga menjelaskan bahwasannya potongan 10% itu merupakan SPP tetap. 

Pihak UMY sendiri telah berusaha semaksimal mungkin untuk mempermudah biaya keuangan para mahasiswa dalam penanggulangan SPP, Ia juga menyampaikan bahwa UMY akan memberlakukan perkuliahan daring secara gratis melalui Myklass dan seluruh mahasiswa akan dibagi kartu perdana bersimbol UMY. Kartu sarana ini nantinya bisa dipakai secara gratis selama 4 bulan masa pembelajaran tanpa adanya potongan kuota/internet.

"Sebenarnya kalau dengan potongan listrik, kemudian wifi itu bisa mendekati 19,8%", ungkapnya.

Selain itu, Beliau juga menjelaskan rasionalisasi lain dimana pihaknya juga harus memikirkan kemungkinan lain setelah mengambil keputusan jumlah diskon, misalnya UMY harus menanggung jumlah mahasiswa penerima beasiswa. Sejauh ini total mahasiswa penerima beasiswa ada 900 orang terdiri dari beasiswa tahfidz dan 297 bidikmisi.

Seperti yang dipaparkan, penerima beasiswa bidikmisi hanya akan membayar biaya kuliah di UMY sebesar 30% dan 70% lainnya masih disubsidi oleh pihak UMY melalui regulasi pembayaran SPP serta DPP dari mahasiswa lain, jika dibulatkan biaya untuk penerima beasiswa bisa mencapai 1,3 Miliar. Kemungkinan dari situasi inilah yang membuat pihak UMY tidak bisa mengambil keputusan secara gegabah dan berlebihan apalagi di bidang pembiayaan kuliah terhadap mahasiswa yang lain.

Setelah mengetahui respons dari sebagian mahasiswa terhadap pemaparan rasionalisasi pihak kampus, pihak UMY kembali berkoordinasi dengan BEM dan DPM. Acara BEM dan DPM Menyapa berlanjut pada Kamis (28/01) sebagai jawaban atas pro kontra yang terus hadir dalam suara mahasiswa.

Ia juga menambahkan bahwa dispensasi waktu dan pengurangan biaya yang diajukan oleh mahasiswa sudah diterima pihak Rektorat. Pihaknya kemudian mengeluarkan edaran resmi pada Sabtu (30/01) terkait perpanjangan waktu pembayaran biaya kuliah hingga 6 Februari mendatang.

Sedangkan pada Selasa mendatang, disampaikan bahwa pihak Rektorat akan mengadakan rapat untuk membahas terkait nama-nama yang akan mendapatkan dispensasi dan pengurangan biaya bagi mahasiwa yang sudah mengajukan. 

Dari semua kebijakan baru, pihaknya berharap agar semua keputusan dapat diterima oleh mahasiswa dan dapat menjadi pembelajaran agar bisa membawa UMY ke arah yang lebih baik lagi serta menjadi terobosan baru dalam memajukan pendidikan Muhammadiyah kedepannya.


Reporter: Yunita Awat & Novia Angger

Editor :  Ashita Dewi


Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar