Orang Tua Jadi Kunci Sukses Pembelajaran Jarak Jauh


Sumber: Tribunnews.com

Nuansa Online - 
Seperti yang kita ketahui sekarang, dunia pendidikan saat ini sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika pada tahun sebelumnya kegiatan pembelajaran berlangsung secara konvensional dengan tatap muka dalam satu ruangan yang sama, maka mulai dari pertengahan tahun 2020 terpaksa harus dilakukan secara virtual atau daring (dalam jaringan). Di tahun 2021, kebijakan ini masih akan terus diterapkan mengingat pandemi Covid-19 yang tak kunjung reda. Disini, orang tua mempunyai peran penting sebagai salah satu kunci sukses penerapan Pembelajaran Jarak Jauh.

Sebagai solusi dari pencegahan penyebaran Covid-19, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, memberikan kebijakan bagi para peserta didik dengan cara memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (distance learning) atau yang biasa disebut pula dengan online learning. Diharapkan dengan kebijakan ini, kegiatan pembelajaran dapat terus berlangsung di masa pandemi sekaligus memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di kluster pendidikan.

Dilaksanakannya Pembelajaran Jarak Jauh ini bukan hanya berbeda dari sisi pengajar dan pembelajar, namun juga dalam sistem pendekatan pembelajaran itu sendiri. Sebelum mengajar, setiap pengajar harus memiliki perencanaan, perancangan, penyusunan materi yang matang serta memiliki gaya komunikasi yang baru. Setiap guru dan juga lembaga pendidikan harus menggunakan metode dan gaya pembelajaran yang baru agar peserta didik tidak mudah merasa bosan serta Pembelajaran Jarak Jauh dapat berlangsung secara efektif. Beberapa langkah dapat dilakukan mulai dari pengelolaan strategi pembelajaran, memberikan instruksi yang jelas kepada peserta didik, memberikan fasilitas untuk diskusi jarak jauh antara satu sama lain, dan memberikan dukungan moril serta motivasi kepada peserta didik.

Pembelajaran Jarak Jauh dapat dianggap mudah bagi peserta didik yang memahami tentang teknologi masa kini. Sebaliknya, hal ini bisa juga dianggap sulit bagi peserta didik yang tidak memahami tentang teknologi. Dalam prakteknya, tidak semua proses Pembelajaran Jarak Jauh dilakukan dengan tatap muka secara virtual (synchronous learning). Terkadang bisa saja pengajar atau guru memberikan pembelajaran secara offline (asynchronous learning). Seorang pengajar bisa memberikan tugas murid nya dengan cara memberikan tugas kepada peserta didik seperti membuat karya kreasi, praktek dan lainnya.

Dengan penerapan Pembelajaran Jarak Jauh ini dapat disimpulkan, pendidikan anak dikembalikan kepada orang tua. Sukses atau tidaknya Pembelajaran Jarak Jauh tergantung orang tua.

“Mengenai partisipasi orang tua Bu, ini merupakan suatu hal sangat penting kalau saya melihat sekarang. Observasi dari riset yang saya lakukan, yang membedakan  PJJ sukses apa tidak itu sebenarnya orang tua,” jelas Nadiem dalam Webinar yang disiarkan di kanal YouTube FMB9ID_IKP, pada Jum’at lalu (22/1).

Nadiem Makarim sendiri mengakui kesulitan untuk mengatur orang tua murid, karena tidak semua orang tua bisa berperan menjadi seperti guru di sekolah bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, paling tidak setiap orang tua dapat memberikan pendampingan bagi anak-anaknya di masa Pembelajaran Jarak Jauh ini. Setiap orang tua tidak perlu menguasai materi pelajaran anaknya, cukup mendampingi apakah si anak benar benar mendengarkan dan memahami materi yang di ajarkan oleh pengajar. Menurut Nadiem, orang tua merupakan salah satu kunci kesuksesan pembelajaran anak di masa pandemi COVID-19 sekarang ini.

Reporter: Layts Layyin 

Editor: Sa'idatuz Zakiyah





Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar