Viral Marketing Menjadi Alternatif Pemasaran


Sumber: kulinermantap.com


Nuansa Online - Viral marketing menurut Kotler & Amstrong (2004:90) adalah versi internetnya dari penggunaan mulut ke mulut, yang memiliki hubungan dengan menciptakan sebuah e-mail atau cara pemasaran yang sangat menular sehingga konsumen atau pelanggan bersedia atau mau untuk menyebarkan dan menyampaikannya kepada teman-teman mereka. Konsep cara kerja dari viral marketing ini sendiri seperti layakanya sebuah penyebaran virus, yaitu memperbanyak dirinya sendiri. 

Seorang konsumen yang puas dengan suatu produk yang mereka beli atau jasa yang mereka dapatkan, secara otomatis akan menyebarluaskan informasi atau produk tersebut kepada kerabat mereka untuk juga mencoba dan membuktikannya sendiri. Viral marketing ini merupakan sebuah upaya promosi yang memanfaatkan kekuatan dari berita dari mulut ke mulut, dalam dunia online penyebarannya melalui media sosial seperti Facebook, Whatsapp, Twitter,  atau bahkan Tiktok yang sedang marak baru baru ini.

Viral marketing ini akan digunakan sebagai media pemasaran sosial dalam mendongkrak kesadaran masyarakat untuk berperan aktif atau mau terlibat ke dalam organisasi non profit yang peduli dengan sesama ataupun peduli dengan lingkungan. Organisasi non profit atau dikenal juga sebagai nirlaba menurut Wanti & Martina (2009) adalah suatu organisasi yang memiliki tujuan utama untuk mendukung suatu isu atau perihal menarik perhatian publik untuk tujuan yang tidak bersifat komersil tanpa ada tujuan untuk mencari laba atau keuntungan.

Yogyakarta sebagai kota besar, tentu banyak yang menerapkan strategi pemasaran melalui viral marketing ini. Ditemui Salah satu karyawan kafe di Yogyakarta pada jumat (1/1) bertempat di Jl. Gajah Mada No.60, Purwokinanti, Pakualaman, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta ini menceritakan bagaimana perjalanan bisnisnya menggunakan strategi viral marketing. Shasa menjelaskan perjalanan bisnis tersebut dari sejarah awalnya  yang berupa rumah makan prasmanan hingga saat ini berubah menjadi sebuah kafe yang memiliki beberapa sajian andalan bernama Treatcafe. Hingga saat ini teatcafe memilki tiga cabang yang berpusat di Jalan Gajah Mada serta di Jalan Kaliurang dan Seturan untuk kedua cabangnya.

Pemasaran dari Kafe ini berawal dari rumah makan prasmanan biasa yang sudah terbilang puluhan tahun berdiri sebelum bertransformasi menjadi Kafe seperti sekarang. Hal tersebut terjadi karena perkembagan dan perubahan zaman. Pada awalnya Treatcafe masih banyak menjual menu nasi prasmanan, tetapi karena terlalu banyak menu dan dinilai kurang efektif terhadap keseimbangan modal, maka akhirnya menu yang ditawarkan dikurangi dan berfokus pada dua menu andalan yaitu es teler dan nasi sambel gami, beradaptasi dengan perkembangan zaman melihat minat konsumen dan pasar.

“Terdapat daya tarik sendiri dari kedua menu ini, yaitu resep rahasia yang turun temurun dari pihak keluarga pemilik Kafe” terangnya.

Pemasaran yang dilakukan oleh Treatcafe yaitu dengan memasarkan secara digital melalui media sosial seperti Instagram, Whatsapp, dan website. Selain itu beberapa kali mengundang food vlogger untuk mempromosikan produk dari Treatcafe ini. Shasa juga menjelaskan terkait sistem pemasaran Treatcafe melalui media sosial, “media sosial kami memiliki admin yang mengatur serta memasarkan produk dari kafe.” Untuk website sendiri sangat berpengaruh bahkan dari website ini banyak orang luar daerah bahkan luar negeri yang datang berkunjung. Datangnya pandemi penjualan pun mengalami fluktuasi yang tajam, penjualan cenderung mengalami penurunan. Tidak kehilangan siasat, Treatcafe menggunakan beragam cara untuk mengembalikan jumlah konsumen. Mulai dari memaksifkan media sosial hingga berbagai promo.

Dampak dari viral marketing ini sangat besar, karena dari sinilah kita bisa mempromosikan produk kita dan tentunya cakupan orang yang melihat lebih luas. Dan hal ini akan memberikan feedback yang baik untuk kemajuan bisnis seiring perkembangan zaman.


Reporter: Talita & Rizky Adi

Editor: Ashita Dewi Alifatuzzahra 

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar