BEM Talks: Oligarki di Balik Indahnya Demokrasi

Sumber: Kanal Youtube KM UMY


Nuansa Online -
Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (BEM KM UMY) menggelar acara “BEM Talks” secara daring melalui Zoom dan siaran langsung di kanal Youtube KM UMY pada Kamis (25/03) pukul 12.30 WIB hingga 17.00 WIB. ”BEM Talks” kali ini berjudul Diskusi Panel Elemen Masyarakat (Oligarki di Balik Indahnya Demokrasi).


Acara diskusi BEM Talks dimulai dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan sambutan oleh Yunanto, selaku presiden mahasiswa UMY 2020/2021. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan curriculum vitae dari moderator, penanggap, serta panelis. Adapun penanggap dalam diskusi ini antara lain Yunanto, Muhammad Farhan selaku presiden mahasiswa BEM KM UGM 2021, dan Pancar Setiabudi selaku ketua umum LEM UII 2020. Acara dipandu oleh M. Khalid Maulana Taslamsyah selaku menteri luar negeri BEM KM UMY 2020/2021.


Salah satu panelis, Prof. Dr. Eko Prasojo, Mag.rer. publ., wakil menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi Indonesia dari Kabinet Indonesia Bersatu jilid II, menunjukkan bahwa terjadi penurunan secara kontinu terkait demokrasi di Indonesia. Pada tahun 2015 indeks demokrasi Indonesia berada di angka 7,03, sedangkan pada tahun 2020 turun menjadi 6,3. 


Beliau juga memaparkan jika perkembangan demokrasi di Indonesia ini tidak berbanding lurus dengan efektivitas pemerintahan dan kontrol terhadap korupsi. Hal ini ditunjukkan dengan adanya 3 problematika yang terjadi di Indonesia antara lain, korupsi politik dimana adanya,sistem politik tanpa ideologi dan kaderisasi, korupsi hukum karena penegakan hukum yang lemah, dan korupsi birokrasi imbas dari budaya kekuasaan birokrasi.


Tak hanya itu, diskusi ini juga menyinggung terkait permasalahan Undang Undang Omnibus Law. Proses pembuatan yang tidak memenuhi kecukupan unsur deliberatif menimbulkan asumsi adanya upaya untuk membatasi berbagai pemikiran yang muncul dari masyarakat. Selain itu, UU ini mencakup ruang lingkup yang besar dimana prinsip substansinya mengarah ke re-regulasi juga de-regulasi yang inti sebenarnya adalah less regulation untuk investasi. 


Panelis kedua dalam diskusi ini yaitu Dr.Nano Prawoto, SE, M.Si., selaku guru besar UMY yang berbicara terkait “Kapitalisme Oligarki” dimana banyaknya pengusaha-pengusaha yang duduk di parlemen. Beliau memulai dengan penjelasan sejarah dari ideologi kapitalisme. Pada awalnya oligarki dan kapitalisme ini sangat bertolak belakang, sehingga munculnya istilah kapitalisme kroni, dan lain sebagainya. Sayangnya, terdapat distorsi dalam praktik oligarki ini antara lain dimana oligarki yang memonopoli harga pasar, logrolling ekonomi politik, dan perburuan rente (rent-seeking). Diakhir, beliau juga menyampaikan solusi-solusi yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk menanggulangi adanya praktik-praktik oligarki tersebut.


Diskusi ini berjalan lancar, meskipun terdapat kendala audio dalam siaran langsung Youtube.di kanal KM UMY serta beberapa pembicara yang telah direncanakan sebelumnya berhalangan hadir.


Reporter: Sa’idatuz Zakiyah & Anisa Wening Pratiwi

Editor: Naila Salma 

 

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar