Vaksinasi Tahap Pertama, UMY Terima 2177 Dosis



Nuansa Online- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bekerjasama dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Dinas Kesehatan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dalam pengadaan vaksinasi COVID-19 di Sportorium UMY pada Senin hingga Selasa (29-30/3). Vaksinasi diperuntukkan bagi seluruh sivitas akademika UMY dan guru SMA Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dr. Ir. Gunawan Budianto, selaku rektor UMY mengatakan bahwa penyelenggaraan vaksinasi COVID-19  terbagi ke dalam beberapa lokasi yang dirasa memadai tenaga medisnya, termasuk universitas-universitas di Yogyakarta.

"PWM memandang kita ada tenaga kesehatan, UMY punya FKIK, Unisa punya keperawatan dan kebidanan, UAD juga punya kedokteran. Makanya tenaga kesehatan kita setelah dihitung bisa ditangani oleh ke-3 kampus tadi".

Dalam pelaksanaannya, UMY mengerahkan seluruh dokter, perawat, dan dibantu tim Incident Command System (ICS). Pada tahap pertama, UMY menerima sebanyak 2177 dosis yang didistribusikan kepada seluruh sivitas akademika UMY dan guru SMA Muhammadiyah  di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sedang dr. Iman Permana, M.Kes., Ph.D., Kepala Operasional Incident Command System (ICS) UMY mengatakan bahwa vaksin Sinovac secara umum membantu mencegah terjadinya COVID-19. "Dengan pemberian vaksin ini kekebalan dari seseorang akan meningkat terhadap kemungkinan terkena COVID-19," jelasnya.

Selain itu, ia juga memaparkan bahwa ada beberapa kondisi yang tidak diperbolehkan mengikuti vaksinasi, diantaranya adalah orang-orang yang menderita infeksi akut, rematik, asam urat, asma, sedang dalam terapi kanker, hamil, hipertensi, penyintas  COVID-19  dalam jangka waktu 3 bulan sejak keluar isolasi, yang baru saja vaksinasi apapun, dan juga tentunya tengah memasuki usia dewasa.

Ia juga menambahkan bahwa vaksin Sinovac memiliki efek samping yang beragam. Namun sejauh ini, ia mengakui belum ada keluhan parah dari peserta pasca vaksinasi.

"Ada efek sampingnya ada dan beragam. Mulai dari yang ringan seperti nyeri  di persendian atau merasa puyeng, mau flu, sesak nafas, ngantukan. Sejauh ini ada yang pusing tapi sudah dirujuk langsung ke mini ICU," lanjutnya.

Menurut Muhammad Zuhri Anshori, peserta vaksinasi dari SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, program vaksinasi ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar melawan COVID-19. Ia juga mengaku setelah melakukan vaksinasi tidak ada keluhan efek samping dan merasa aman.

"Hidup dan mati memang urusan Allah tapi kita tidak boleh tawakkal saja tapi juga harus ikhtiar. Dan ini salah satu ikhtiar kita. Awalnya ngerasa deg-degan karena tahu isu yang berseliweran di luar sana. Tapi setelah ini Alhamdulillah nggak ada keluhan, mungkin karena tadi sempat diobservasi lama jadinya ngerasa lapar aja, tapi itu bukan efek sampingnya," jelas Muhammad Zuhri.

Meski vaksinasi tahap pertama usai diberlakukan, dr. Iman Permana berharap kedepannya bersama seluruh tenaga medis UMY dapat bekerja lebih baik dalam rangka mencapai kesehatan yang maksimal di tengah pandemi COVID-19.

"Harapannya, kita bisa bergerak lebih baik dan bisa lebih membantu,dan yang penting tujuan kita bersama untuk memperoleh kesehatan yang maksimal dapat tercapai." Ungkap Iman Permana.

Reporter: Nurul Mutiah dan Naila

Editor: Saidatuz Zakiyah

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar